
Baru 18 Persen Bisa Akses Air Bersih
30 Oktober, 2007TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Dunia memperkirakan saat ini baru 18 persen penduduk Indonesia memiliki akses terhadap air bersih. Untuk sanitasi, jumlahnya lebih kecil lagi, hanya 3 persen penduduk terlayani layanan air limbah terpusat.
Koordinator Proyek Public Service International perwakilan Indonesia, FX Supiarso, mengatakan Indonesia masih sulit memenuhi target Millenium Development Goals (MDGs) soal air bersih. “Tahun 2009, targetnya 66,6 persen penduduk Indonesia memiliki akses air bersih,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa.
Menurut Supiarso, salah satu penyebab kurangnya akses air bersih adalah anggaran pemerintah yang masih sangat kecil. Sejak 30 tahun silam, anggaran untuk pengembangan sanitasi baru sebesar US$ 827 juta. Jika dirata-rata, pemerintah hanya mengalokasikan Rp 200 per tahun untuk penyediaan air bersih bagi tiap penduduk. Idealnya, satu orang mendapat Rp 47 ribu per tahun.
Masalah lain, kata dia, saat ini pengelolaan air bersih dikuasai oleh perusahaan air minum yang lebih banyak berorientasi mencari keuntungan. Akibatnya, hanya penduduk mampu yang bisa memperoleh air bersih. Padahal ketersediaan air bersih sangat berhubungan dengan masalah kesehatan.
Di Jakarta, misalnya, 70 persen air tanah sudah tercemar bakteri e-coli. Banyak balita terkena diare di daerah yang tak bisa mengakses air bersih. “Di Jakarta Utara, jumlah balita yang terkena diare lebih banyak dibandingkan di Menteng karena penduduk Jakarta Utara banyak yang tak mampu mengakses air bersih,” katanya.
Selain itu, ketersediaan air bersih juga akan mempengaruhi ekonomi suatu negara. Ketersediaan air yang minim, kata Supiarso, mengakibatkan investor enggan masuk. Sektor pariwisata pun terancam jika sanitasi tak baik.
Pemerintah harus segera membenahi sistem sanitasi. Kalau tidak, target MDGs tak akan bisa dicapai. “Bukan hanya pemerintah, tapi juga pemerintah daerah pun harus memikirkan akses air bersih untuk masyarakat,” katanya.
Sumber: TEMPO Interaktif Edisi Selasa, 16 Oktober 2007 | 17:46 WIB